Irfan khudzori SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA Irfan khudzori | Ingin Pintar
Featured Article

Friday, March 20, 2015

Indah Pagi di Gunung Sukosari Ponorogo





Pagi itu sekitar jam lima pagi aku memulai aktifitasku dengan olahraga ndaki gunung. Gunung yang terletak didesa Sukosari. Katanya untuk gunung yang satu ini berada sudah masuk kawasan desa Nglarangan, pi untuk kebenaranya kurang tau juga.  Spot yang satu ini memang cocok digunakan untuk olahraga lari pagi, gak terlalu tinggi sihc gunungnya pi alo ndakinya dengan lari kecil gitu cukup ngosngosan juga. Pagi itu aku ditemani tiga sepupuku, semuanya cewek pi ada satu cewek  yang kurasa lebih,  dia tu orangnyakalem, baik dan yang pasti good looking bingiiits hehe..., ow ia kali itu aku juga ditemani ama kakek ku. Beliau juga ikut waktu itu," hehehe....Maaf mbah hampir lupa"Dipuncak gunung terdapat makam Brotonegoro. Katanya tiap satu suro banyak peziarah yang datang kesini, untuk asal usul R. Brotonegoro saya kurang tau. Sampai di puncak kita bisa menikmati segarnya udara pegunungan sambil liat pemandangan hijuanya persawahan yang ada disekitar gunung, ditambah merdunya kicauan burung membuat kita semakin betah untuk berlama-lama di puncak.






 Tak terasa waktu dah menunjukan pukul 07.00 pagi kami pun melaimeninggalkan puncak. Saat sampai di bawah saya di ajak mampir dirumah sepupuku yang kebetulan rumahnya gak jauh dari situ, dan akhirnya aku pun singgah sejenak dirumanya. Di situ aku disuguhi minuman dingin gitu, yang menurutku itu es yang paling segar dan manis yang pernah ku minum, emang sihc cuma minuman dingin  perti yang dijual di warung, tapi kali itu beda, minumanya di tambahin pemanis dikit  dari senyum wajahnya membuat minuman tersebut jadi lebih manis adan segar. Itu ceritaku apa cerutamu hari ini,  hehehe..... Selamat mencoba dertinasi spot olahraga gunung nglarangan sukosari kauman ponorogo.

Monday, March 16, 2015

Pengen Tawa aja


Hallo teman, sumpah hari ini gue bingung banget. dah judul sekripsi masih digantung, Lum diterima juga. pi pas liat koleksi DP gue di Hpe gue, ha..ha. jadi pengen ketawa sendiri.  ni gue bagiin ketemen semua, bisa di Unduh, sumpah ga' sah bayar hehehe..... pi maaf cuma dikit ha'..ha'..,  klik disini

MC Bahasa Jawa

Halo sobat semua, pernah ngrasain lom ketika kalian di sebuah acara lalu sobat ditunjuk disuruh jadi Master of Ceremonies atau MC pake bahasa jawa lagi. Haahh loe......... rasanya tu dah campur aduk bingits. Mau maju pi lom bisa mau mundur pi mulu juga, sama orang-orang. Nah ni Gue berbagi diki, teks MC bahasa jawa. siipppp.... moga bermanfaat.


PRANOTO ACORO
Dumateng para alim ulama,
Dumateng sesepuh, Pinisepuh, Para bapak, saha mas mas anggota jamaah yasin ingkang kawulo hormati ugi.

Sepindah monggo kito sareng-sareng  tansah muji syukur ing ngarso gusti Allah ingkang moho kuaos, awit sangkeng sedoyo karohmatan, kanikmatan, soho kamirahanipon, kito sedoyo saget makempal, saget angrauhi menopo engkang dados undangnipon bapak ............. Inggih meniko meniko waosan surat yasin soho tahlil rutinan malem rebo, kanti mboten wonten setunggal kekurangan menopo. Lan mugi-mugi perkempalan ing dalu meniko dipon ridhani gusti Allah lan dipon catet mugiyo dados amal ibadah ingkang langkong sahe. Allahuma amin....
Saklajengipon, Sholawat soho salam mugi tansah kunjuk dateng junjungan kito nabi Muhammad Saw. Awit saking sedoyo usahanipon, sedoyo perjuanganipon, kito sedoyo saget ngraosaken gesang engkang langkung minulyo, kadosto gesang ing dalu meniko. Lan ingkang kito wantu-wantu syafaatipon mbenjang wonten  ing yaumul kiamah,,,,
Saklajengipon ing mriki kulo ingkang dados pranoto acoro, badhe maosaken menopo ingkang dados acoro ing dalu meniko.
·         Sepindah pembuko
·         Kapengkaleh waosan surat yasin soho tahlil kacekap aken do'a
·         Ingkang terakhir inggih puniko penutup
Mengaten kolo wau susunan acoro ingdalu puniko.
Poro bapak pilenggah sami ingkang minolyo, acoro ingkang sepindah inggih puniko pembuko, lan sumonggo acoro ing dalu puniko kito bikak kanti  waosan umul Qur'an, 'ala hadihinniah, alfaatihah....

Sunday, March 15, 2015

Lawu in memori



Perjalana itu dimulai dari Ponorogo tepatnya kampus STAIN Ponorogo. Kami berangkat menuju  kelokasi menggunakan sepedah motor.  Perjalanan kami dimulai dengan kemacetan panjang, karena memang saat itu ponorogo sedang ada hajatan besar yaitu acara kirab pusaka yang menjadi agenda rutin  Ponorogo. Pukul 16.00 WIB tepat kami berangkat dari lokasi, namun karna kejabak macet dua jam lebih jadi kami sampai di Cemoro sewu Sarangan sekitar pukul 19.00 WIB. Sampai di Cemoro sewu yang menjadi post awal pendakiaan, kami lantas tak langsung mulai pendakiaan karena harus nunggu beberapa teman kami dari kampus lain, sambil minum kopi jahe untuk miningkatkan suhu tubuh. Gunung yang terletak diperbatasan jawa timur-jawa tengah ini selalu ramai didaki apalagi saat tahun baru Jawa atau yang biasa disebut 1 Suro dan benar saat itu suasana perjalanan sangat ramai hampir di sepanjang perjalanan kita jumpai pendaki lain  yang beristirahat dipinggir jalur pendakian. Pendakiaan kami dimulai pukul  22.00,dengan membayar tiket masuk pendakiaan sebesar Rp. 10.000,- (saat itu sich, gak tau kalau saat ini harganya dah naik). Jalur pendakian yang tidak begitu ekstrim membuat Gunung Lawu menjadi jujugan para pendaki pemula untuk mencoba melalukan pendakian gunung, saat itu pun merupakan pendakian perdana saya dan hanya sekedar ikut-ikutan saya mencoba mengikuti pendaki lain untuk menginjakkan kaki di puncak tertinggi Gunung yang memiliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut tersebut. Ada beberapa jalur pendakian yang bisa ditempuh untuk sampai ke puncak Lawu atau Hargo Dumilah. Antara lain jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan jalur Candi Cetho. Ketiga jalur tersebut memiliki tantangan tersendiri. Jalur Cemoro Kandang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang jaraknya sekitar  500 meter dari jalur Cemoro Sewu. Jalurnya agak lebih panjang dari jalur Cemoro Sewu namun dengan trek pendakian yang lebih landai. Sedangkan Jalur Cemoro Sewuberada di kabupaten Magetan, Jawa Timur. Jalur Cemoro Sewu ini memiliki trek yang agak menanjak namun dengan waktu tempuh yang relatif singkat. Untuk jalur terakhir yaitu Candi Cetho, jalur ini merupakan jalur pendakian terbaru di Gunung Lawu. Belum banyak yang melewati jalur ini. Jalur ini memiliki pemandangan yang lebih indah dibandingkandengan kedua jalur pendakian diatas, namun dengan waktu tempuh paling panjang. Nah, kali ini saye akan membahas jalur pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu, ya iyalah hanya julur  tersebut yang pernah saya lewati.  Jalur pendakian Gunung Lawu didominasi oleh trek makadam dan bebatuan besar.
 Dari basecamp ke pos 1 jalur pendakian masih cukup landai dan jalurnya cukup besar. Sebelum mencapai pos 1, pendaki akan menjumpai beberapa shelter (tempat untuk istirahat) yang dapat kita gunakan untuk istirahat. Waktu tempuh dari basecamp ke pos 1 kisaran 45 menit, itu pun kalau tidak sering istirahat. Di pos 1 terdapat shelter yang bisa digunakan. Terdapat juga warung makanan disana namun tidak setiap hari buka namun untuk mumen seperti ini warung di poas 1 pasti buka dan banyak pembeli. Dari pos 1, pendaki akan melanjutkan perjalanan ke pos dua. Jarak antara pos 1 ke pos dua merupakan jarak terpanjang dan terlama dalam jalur pendakian ini. Biasanya untuk mencapai pos dua, pendaki membutuhkan waktu antara 90 menit sampai  150 menit. Trek yang dilalui mulai menanjak dengan jalur bebatuan yang lumayan membuat otot paha mengeras. Sama halnya di post pertama pos dua ini juga terdapat shelter yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda bagi pendaki yang sudah mulai kelelahan dan yang ingin bermalam disana. Di depan shelter terdapat tanah datar yang cukup untuk mendirikan sekitar 3 buah tenda. Setelah  pos dua trek yang akan dilalui semakin menanjak lagi. Trek pendakian masih berupa batu-batu besar yang tersusun secara alami. Di trek ini kami mulai kelelahan dan sering beristirahat di perjalanan. Memang trek pendakian dari pos dua ini sangat menguras tenaga. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai pos 3 sekitar 60- 90 menit. Di pos 3 terdapat juga shelter yang biasanya juga digunakan untuk mendirikan tenda. Bagi kamu yang sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan lagi bisa bermalam dipos 3 ini, namun kali itu kami hanya beristirahat dengan beralaskan           saja, karena memang saat itu kami tidak membawa tenda atau perlengkapan pendakian lainya. Perjalanan dari pos 3 menuju Puncak Lawu sekitar 2 jam 30 menit lagi, di post 3 kita juga bisa lihat gemerlap lampu malam daerah sekitar gunung Lawu bak seperti bintang yang berkilaaun. Selepas pos 3 trek masih sangat menanjak. Disini ketinggian sudah mencapai lebih dari 2800 mdpl. Pos 4 akan semkain dekat ditandai dengan adanya pegangan besi yang berada di samping kanan kiri jalur pendakian gunu untuk pegangan saat mendaki. Berbeda dengan pos-pos lain di  pos 4 ini tidak terdapat shelter, hanya tanah datar berukuran sempit yang cukup untuk 1-2 buah tenda. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai pos 4 sekitar 60- 90 menit dan sebaiknya untuk tidak bermalam disini disamping tempatnya yang tidak terlalu luas juga untuk sampai di pos 5 jaraknya tidan terlalu jauh, Waktu tempuhnya cuma 30 menit. Dari pos 4 ke pos 5 jalur pendakian agak landai, dengan trek tanah yang nyaman di kaki. Di pos 5 ini terdapat beberapa warung yang menjual makanan seperti nasi pecel, gorengan, kopi, teh, dan minuman hangat lainnya.Bagi kamu yang tidak membawa tenda bisa tidur dan bermalam di dalam warung yangmemang sudah disediakan tempat untuk para pendaki. Bila di pos 5 tempat untuk mendirikan tendasudah penuh, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke pos Sendang Drajat. Di Sendang Drajat terdapat sumber air bersih yang bisa digunakan untuk mengisi botol-botol air yang sudah kosong. Di Sendang Drajat juga terdapat sebuah warung makan lengkap dengan genset-nya. Jadi jangan heran bila di Gunung Lawu ada lampu listrik yang menyala hehehe....  Warung tersebut juga menyediakan tempat untuk tidur bagi para pendaki yang tidak membawa tenda. Dari pos 5 ke Sendang Drajat hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Dan untuk Hargo Dumilah hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan trek full menanjak. Di puncak Lawu terdapat sebuah tugu triangulasi sebagai tanda puncak Gunung Lawu tersebut.  Di puncak Lawu, bila cuaca cerah pendaki bisa melihat GunungMerapi, Merbabu,Sindoro, dan Sumbingdi sebelah barat dan Gunung Semeru, Arjuno, Welirang di sebelah timur

   
   




Saturday, March 14, 2015

Pesona Hutan Mangrove Trenggalek

Hallo sobat itu foto-foto yang dapat aku bagikan pada sobat semua, hutan mangrove tregalek merupakan refrensi yang bagus untuk anda bisa ingin mengunjungi trenggalek,jawa timur.
untuk biaya masuk saat itu sich gratis, cuma bayar parkir ja Rp 5000,-. cukup terjangkau bangetkan.

Untuk sobat semua yang gak ingin kepanasan bisa sewa payung cuma Rp. 3000,- perbuah tapi inget gak boleh dibawa pulang ya payungnya heheheh.....
 Diparjalanan menyusuri jembatan  kita bisa beristirahat di beberapa saung yang telah disediakan sambil menikmati pemandangan. 
jembatan mangrove


















Friday, February 21, 2014

Penemuan Acara Bethari Durga di SMP N 1 kauman ponorogo

  
Penduduk Dusun Candi, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menemukan benda bersejarah di SMP Negeri 1 Kauman.
Benda yang ditemukan pekerja saat menggali tanah untuk pondasi pagar sekolah itu berupa arca berbahan batu andesit. Bentuknya menyerupai Bethari Durga atau ksatria perempuan.

”Kami perkirakan benda ini dibuat pada abad delapan atau abad sembilan,” kata Antok Kartiko, salah satu anggota Tim Cagar Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Jumat, 21 Februari 2014, saat dihubungi team kami kemarin.
Antok memprediksi arca dengan tinggi 70 sentimeter, lebar 35 sentimeter, dan berat 70 kilogram itu merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Hindu Kuno masa Wangsa Isyana. Berdasarkan sejarah, menurut dia, Ponorogo merupakan perlintasan yang dilalui prajurit kerajaan tersebut saat berpindah ke Jawa Timur melalui Wonogiri lantaran terjadi bencana.
Karena itu, kata dia, prajurit yang dipimpin Mpu Sendok masuk ke Dusun Candi, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Dimungkinkan di lokasi setempat didirikan candi. Sebab, sejumlah batu peninggalannya dengan panjang 32 sentimeter, lebar 23 sentimeter, dan tebal 10 sentimeter telah ditemukan warga setempat beberapa waktu lalu.
”Candi yang kami perkirakan untuk sanggar pemujaan memiliki luas 400 meter persegi,” ujar Antok.
Kepala Dinas Disbudparpora Ponorogo Sapto Jatmiko mengatakan arca Bathari Durga dan batu bata kuno telah diamankan di kantor satuan kerja tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab. “Kami selamatkan dulu,” katanya.
Selain itu, pihak Disbudparpora juga telah berkoodinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Tujuannya, untuk mengetahui sejarah arca Bathari Durga dan peninggalan candi di Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, tersebut. “Saya sudah menghubungi melalui telepon, untuk suratnya akan disusulkan,” ujarnya.

Thursday, February 20, 2014

Penampakan hantu di selatan STAIN Ponorogo

Foto Penampakan Mahluk Aneh Tapi Nyata Tertangkap kamera
Foto diatas adalah foto penampakan mahluk yang aneh tapi nyata, katanya mirip hantu gendruwo.
Anda boleh percaya boleh tidak alo aku sich tidak. Yang jelas mari kita menambahkan keimanan kita terhadap Alloh SWT bahwa Hanya Alloh Yang Maha Kuasa di dunia dan akhirat.

Popular Posts